Kisah Teladan Guru
PAI

Kisah Teladan Guru dan Murid yang Lamban Belajar

menuramadhan.com

Kisah teladan guru di bawah merupakan cerita dari seorang guru bernama Imam Syafi’i. Ya, Imam Syafi’i yang merupakan salah satu dari empat imam mazhab dalam ilmu Fikih (agama) yang paling banyak diikuti oleh umat Muslim di Indonesia. Kisah teladan guru dan murid yang susah belajar ini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih bijaksana dalam menghadapai anak atau murid yang lamban belajar.

Imam syafi’i diceritakan pernah mengajar salah satu muridnya yang sangat lamban dalam memahami pelajaran. Sang murid itu adalah Ar Rabi’ bin Sulaiman, murid yang sangat lamban dalam memahami pelajaran. Rabi’ sering kali tidak paham walau sudah berkali-kali diterangkan oleh sang guru Imam Syafii.

Setelah menerangkan pelajaran, Imam syafii bertanya, “Rabi’ sudah paham belum?”
Jawab Rabi’: “Belum paham”

Dengan kesabarannya, sang guru mengulangi pelajaran kemudian kembali menanyakan “sudah paham belum?”. Namun jawaban Rabi’ masih sama yaitu belum paham. Berulang kali dijelaskan sampai 39 kali Rabi’ tidak juga paham.

Rabi’ merasa mengecewakan gurunya dan malu sehingga pelan-pelan keluar dari kelas pelajaran. Setelah selesai memberi pelajaran, Imam Syafii mencari Rabi’ dan berkata, “Rabi’ kemarilah, datanglah ke rumah saya!”. Sebagai seorang guru, Imam Syafi’i memahami bagaimana perasaan muridnya. Beliau mengundang Rabi’ untuk belajar secara privat.

Imam Syafi’i mengajarkan Rabi’ secara privat dan menanyakan kembali apakah sudah paham atau belum? Hasilnya, Rabi’ bin Sulaiman tidak juga paham denga apa yang diajarkan.

Baca Juga: Do’a Penenang Hati, ANTI GALAU!

Apakah Imam Asy-Syafi’i berputus asa? Kemudian menghakimi Rabi’ bin Sulaiman sebagai murid bodoh?

Sekali pun tidak!

Beliau berkata:
“Muridku, sebatas inilah kemampuanku mengajarimu. Jika kau masih belum paham juga maka berdoalah kepada Allah agar berkenan mengucurkan ilmu-Nya untukmu. Saya hanya menyampaikan ilmu. Allah lah yang memberikan ilmu. Andai ilmu yang akau ajarkan ini sesendok makanan, pastilah aku akan menyuapkannya untukmu.”

Kisah Teladan Guru

Rabi’ bin Sulaiman kemudian mengikuti nasehat gurunya dan rajin sekali berdoa kepada Allah dengan khusyuk. Selain berdo’a, Rabi juga sungguh-sungguh dalam belajar.

Rabi’ bin Sulaiman kemudian berkembang menjadi salah satu imam besar Madzhab Syafi’i dan termasuk perawi hadis yang sangat kredibel dan terpercaya dalam periwatannya. Itulah buah dari kesabaran dari seorang guru dalam mengajar dan mendidik.

Sikap dan cara Imam Syafi’i sebagai guru ini patutlah dicontoh guru atau orangtua dalam memberikan pemahaman kepada murid atau anak. Semoga kisah teladan guru dan murid yang lamban dalam belajar ini bisa memberikan pelajaran berharga bagi kita agar menjadi lebih baik.

Referensi: Manfaat Pendidikan dari Kelam Imam Syayfi’i – الفوائد التربوية من طبقات الشافعية

Leave A Comment