Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW
sejarah islam

Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW

menuramadhan.com

Kelahiran Nabi Muhammad SAW pernah disebutkan dalam kitab-kitab sebelumnya yang menerangkan bahwa akan lahir penutup para Nabi atau Khatamul Anbiya. Seorang Nabi yang akan menjadi rahmat bagi semesta alam sehingga kehadirannya sangat dinanti-nanti. Sejarah singkat Nabi Muhammad SAW dimulai dari kelahiran Muhammad pada hari Senin tanggal 12 Robi’ul awal tahun gajah sebagai seorang yatim. Berbagai peristiwa besar terjadi dalam riwayat hidup Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi yatim-piatu pada umur 6 tahun. Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rosul pada umur 40 tahun. Akhir hidup Rosulullah terjadi pada tanggal 12 Rabi’ul Awal pada usia 63 tahun setelah haji wada’.

Berikut ini adalah sejarak singkat Nabi Muhammad SAW dari kelahiran sampai dengan akhir riwayat hidupnya menjadi utusan Allah SWT.

Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW lahir pada waktu subuh, Senin 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah (571 Masehi). Pada waktu itu disebut tahun Gajah. Penyebutan tahun Gajah dikarenakan pada tahun itu terjadi sebuah peristiwa Raja Abrahah bersama bala tentaranya datang ke Mekah menunggang gajah. Kedatangan rombongan Raja Abrahah ke Mekah memiliki tujuan untuk menghancurkan Ka’bah. Namun pasukan tersebut tidak berhasil mewujudkan tujuannya karena Allah SWT mengirimkan burung Ababil yang membawa batu dari Neraka untuk menghancurkan bala tentara Raja Abrahah.

Ayah Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah bin Abdul Muthalib, sedangkan ibunya bernama Aminah. Nabi Muhammad SAW lahir sebagai yatim karena Ayahnya wafat ketika masih dalam kandungan (6 bulan). Nama Muhammad merupakan pemberian dari kakeknya yaitu Abdul Muthalib.

Sesuai tradisi orang Arab, bayi yang lahir akan disusukan kepada wanita desa. Bangsa Arab mempunyai tradisi tersebut dengan tujuan untuk menjaga bayinya dari penyakit yang mewabah kota dan menempatkan di lingkungan yang sehat. Tsuwaibah adalah wanita pertama yang menyusui Nabi Muhammad SAW setelah ibunya, Aminah, selama beberapa hari. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW disusukan kepada wanita desa bernama Halimatus Sa’diyah dari kampung Bani Sa’ad.

Masa Anak-Anak

Saat umur Nabi Muhammad SAW 4 tahun, Jibril datang ke Nabi Muhammad di kampung Bani Sa’ad ketika dalam asuhan Halimatus Sa’diyah. Pada waktu bermain dengan teman-temannya, malaikat Jibril membuatnya pingsan, membelah dadanya, mengeluarkan jantungnya, mengambil segumpal darah yang merupakan bagian setan darinya, kemudian mencucinya dalam bejana emas dengan air zam-zam. Kemduian, Jibril mengumpulan dan mengembalikannya ke tempat semula dalam tubuh Nabi.

Teman bermain Nabi Muhammad yang melihat kejadian tersebut menceritakan kepada Halima’tus Sa’diyah sehingga membuatnya khawatir akan keselamatan Nabi Muhammad SAW. Setelah peristiwa itu, Halimatus Sa’diyah mengembalikan Nabi Muhammad SAW kepada ibu kandungnya.

Saat Nabi berusia 6 tahun, Aminah membawa Nabi Muhammad untuk berziarah ke makam ayahnya, Abdullah, di Yatsrib bersama Ummu Aiman. Dalam perjalanan pulang, Aminah meninggal di Abwa (kota antara Makkah dan Madinah). Sepeninggal ibunya, Muhammad menjadi yatim piatu dan diasuh oleh kakeknya bernama Abdul Muthalib.

Nabi Muhammad SAW berada di asuhan kakeknya selama 2 tahun, yaitu sampai umurnya 8 tahun. Kakek Nabi Muhammad SAW meninggal ketika umurnya 8 tahun, kemudian pengasuhan Nabi Muhammad SAW pindah ke pamannya, Abu Thalib. Abu Thalib sangat menyayangi Nabi Muhammad SAW karena sifatnya yang baik dan terpuji. Sejak kecil Nabi Muhammad SAW telah dikenal sebagai orang yang jujur, tidak pernah berkata kotor, tidak pernah berbohong, dan tidak pernah melakukan maksiat. Karena kejujurannya dalam berkata dan bersikap, Nabi Muhammad SAW diberi gelar Al-Amin (orang yang terpercaya) oleh kaumnya.

Baca Juga: Inspirasi Menu Ramadhan 30 Hari

Masa Dewasa

Saat umur 12 tahun, Nabi Muhammad SAW dibawa ke Syam untuk berdagang. Di negeri Syam ini, seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira mengenali bahwa Muhammad akan menjadi seorang pemimpin semesta alam karena ada tanda-tanda kenabian darinya. Pendeta tersebut berpesan kepada Abu Thalib untuk menjaga keponakannya tersebut dengan baik. Nabi Muhammad SAW tumbuh dan terkenal sebagai pemuda yang terkenal menarik, mulia, cerdas, jujur, rasional, dan amanah.

ketika Nabi Muhammad SAW berusia 25 tahun, ia berdagang barang dagangan milik Siti Khadijah ke negeri Syam bersama Maisarah (hamba sahaya Khadijah). Nabi Muhammad SAW berhasil menjual barang dagangan dengan baik dan menjadi pedagang yang jujur dan sukses. Siti khadijah tertarik dan berniat ingin menikah dengan Nabi Muhammad SAW karena kepribadian Nabi Muhammad SAW. Disampaikanlah keinginan Siti Khadijah, sampai akhirnya Nabi Muhammad SAW menikah dengan Siti Khadijah.

Nantinya, Siti Khadijah banyak membantu Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah dan menjalankan tugas sebagai utusan Allah SWT.

Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW saat Diangkat Menjadi Rosul

Nabi Muhammad SAW dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang sedang dengan kekerasan dan pertempuran. Pada usia 40 tahun, Nabi Muhammad SAW sedang menyendiri atau bertahanuts/berkhalwat di Gua Hira. Nabi Muhammad SAW bertafakur dan memohon kepada Allah agar memusnahkan kekafiran dan kebodohan. Ketika Nabi Muhammad SAW bertafakur di Gua Hira, tanggal 17 Ramadhan, datanglah malaikat Jibril membawa wahyu yang pertama yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5. Peristiwa ini menjadi tanda bahwa Nabi Muhammad SAW telah diangkat sebagai seorang nabi atau Rasul Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW merasa ketakukan dengan peristiwa yang baru saja dialaminya dan segera pulang untuk menemui istrinya, Khadijah. Nabi Muhammad awalnya tidak mengetahui siapa sosok yang baru saja ditemui. Siti Khadijah mencertikan apa yang dialami Nabi Muhammad SAW kepada pamannya Waraqah bin Naufal. Ia adalah seorang pendeta yang mengamini dan mempercayai kenabian Nabi Muhammad SAW.

Dari paman Khadijah inilah, Nabi Muhammad mengetahui bahwa sosok yang baru saja ditemuinya adalah malaikat Jibril. Setelah kejadian di Gua Hira, Waraqah bin Naufal menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah diangkat menjadi seorang Nabi dan Rosul Allah SWT. Nabi Muhammad bertugas menyampaikan pesan untuk menyelematkan manusia dari kesesatan.

Sejarah Awal Kenabian

Setelah menjadi Rosul, Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun awal kenabian. Setelah tiga tahun berdakwah secara diam-diam, turunlah perintah Allah SWT dalam surat Al-Hijr ayat 94 dan memerintahkan Nabi untuk berdakwah secara terang-terangan.

Tahun ke sepuluh kenabian Nabi Muhammada SAW merupakan tahun duka cita bagi Nabi. Pada tahun ini, istrinya meninggal dan pamannya Abu Thalib meninggal. Dakwah Nabi Muhammad SAW bersama Zaid bin Haritha ke Kota Tha’if ditolak, bahkan Rosul dihina dan dilontar batu sehingga berdarah. Pada tahun ini pula terjadi peristiwa bersejarah besar yaitu Isra’ Mi’raj pada tanggal 27 Rajab sekitar tahun 621 Masehi. Isra’ adalah perjalanan dari mekah ke masjidil Aqsa, sedangkan mi’raj adalah perjalanan dari majidil Aqsa ke Sidratul Muntaha. Pada peristiwa ini turunlah perintah salat lima waktu.

Apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW mendapat tentangan dari kaum Quraisy. Kaum Quraisy melarang setiap perdagangan dan bisnis dengan pengikut Nabi Muhammad SAW. Semua orang juga dilarang menikah dengan kaum muslimin dan tidak ada yang diperkenankan bergaul dengan pengikut Nabi Muhammad SAW. Kondisi ini membuat kaum muslim di Mekah semakin terdesak. Dalam upaya menyelamatkan dakwah Islam dari gangguan kafir Quraisy, Nabi Muhammad, atas perintah Allah, memutuskan hijrah dari Mekah ke Madinah.

Beberapa pertumpuran terjadi setelah hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Beberapa perang yang terjadi antara lain perang Uhud (3 Hijriah), Khandaq (5 Hijriah), dan perang Khaibar (7 Hijirah). Sesudah terjadi berbagai peperangan dengan kaum kafir, Mekah dapat direbut kembali ke tangan muslimin sebagai kota suci. Pada tahun 8 Hijriah, kaum Muslimin berhasil melakukan pembukaan kota Mekah dan pengepungan Kota Tha’if.

Akhir Hidup Nabi Muhammad SAW

Dengan jatuhnya kota Mekah, maka segera berakhirlah tugas kenabian beliau selama kurang lebih 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah. Nabi Muhammad SAW menghadap Allah SWT pada usia 63 tahun dan dimakamkan di Madinah sesudah melaksanakan haji wada’.

Semua saudara, sahabat, dan pengikutnya sedih dengan kepergian Nabi Muhammad SAW. Salah satu Rosul yang dikenal sangat dekat yaitu Abu Bakar As Siddiq membacakan sebuah ayat Al-Qur’an yaitu QS. Ali Imran ayat 144 sebagai sedikit pengingat.

وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۗ اَفَا۟ىِٕنْ مَّاتَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ ۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْـًٔا ۗ وَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ ( آلِ عِمْرَان: ١٤٤ )

“Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.” (QS. Ali ‘Imran: 144)

Itulah tadi sejarah singkat Nabi Muhammad SAW dimulai dari kelahiran sebagai yatim sampai dengan akhir hayat Rosul. Semoga bermanfaat!

Leave A Comment